Pengembangan Infrastruktur Hijau Di Bojonggede

Bookmark and Share

BOJONGGEDE -  Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa Kementerian Lingkungan Hidup (PPEJ-KLH) menggelar kegiatan sosialisasi Program Pengembangan Infrastruktur Hijau dan memfasilitasi sarana dan prasarana Bank Sampah yang terintegrasi dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di 53 Lokasi.

Tahun Anggaran 2012 di Wilayah Regional Jawa terdapat kegiatan mengenai Program Pengembangan Infrastruktur Hijau, yang bertujuan untuk pengendalian pencemaran lingkungan hidup, pengendalian kerusakan lingkungan hidup dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Kegiatan kali ini berlangsung di perumahan Bukit Waringin desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede Bogor, Rabu (7/11/2012).

Dalam kesempatan ini Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor, Herlina Permana, menyampaikan bahwa Program Pengembangan Infrastruktur Hijau ini diharapkan mampu mengurangi lahan kritis, menciptakan energi alternatif dari kotoran ternak sapi, serta memberikan pemahaman lingkungan hidup dan perubahan perilaku kepada masyarakat luas.

"Pihak kami hanya memiliki 60 sumber daya manusia yang berfungsi melakukan pengawasan dan pengendalian lingkungan se- kabupaten Bogor, sehingga partisipasi warga yang aktif pada Satuan Tugas Lingkungan Hidup (Satgas-LH) sangat membantu mengawasi dan mengendalikan lingkungan disekitar permukiman warga," ungkap Herlina dihadapan peserta yang meliputi warga perumahan Bukit Waringin, pelajar, mahasiswa, Sekdes Cimanggis dan Muspika Kecamatan Bojonggede.

Dia menuturkan, Satgas LH di kabupaten Bogor tersebar di 10 kecamatan, meliputi Cibinong, Citeureup, Gunungputri, Cileungsi, Klapanunggal, BojonggedeCiseeng, Parungpanjang, Rumpin, dan Nanggung.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh Ketua LSM BRIGADE 1808 Suwarno terkait sistem pengelolaan sampah padat dan cair domestik komunal mandiri berkelanjutan yang ramah lingkungan dan ramah modal berbasis masyarakat tanpa TPA menuju zerowaste.

"Secara umum pola pengelolaan sampah adalah daur ulang, pemanfaatan, pemusnahan ramah lingkungan yang didukung dengan penanaman pohon, IPAL Biogas tinja dan ternak sapi, Sarana dan prasarana integrasi bank sampah dan 3R dalam pengelolaannya," paparnya.

Suwarno juga menjelaskan tentang pengembangan infrastruktur hijau merupakan  langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus persiapan menghadapi tantangan perubahan iklim. "Hasil pegelolaan sistem 3R bukan hanya berupa pupuk kompos, melainkan berupa kerajinan tangan yang bahan dasarnya dari bungkus produk, kaleng minuman alumunium dan plastik. Seperti membuat dompet, tas, ikat pinggang, sarung bantal dan berbagai kerjinan lainnya," jelas dia.

Secara terpisah, Sekretaris Camat Bojonggede, Andri, mengaku bangga atas loyalitas warga Rw 14 desa Cimanggis yang aktif mengelola sampah berbasis masyarakat dan menghaturkan terimakasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup yang telah menyelenggarakan sosialisasi dan memberikan bantuan di wilayah kerjanya.

Sementara ASep (38), warga Rw 14 perumahan Bukit Waringin mengaku sudah bertahun-tahun rela bergelut dengan sampah bersama warga lainnya untuk mengelola Pos Bukit Kompos dipermukimannya. "Bagi saya ini bukalah pekerjaan, tapi sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk peduli terhadap lingkungan dan hasilnya bermangfaat buat warga sekitar," katanya.

Saat kegiatan berlangsung, nampak puluhan pelajar, mahasiswa dan warga antusias memanfaatkan keberadaan kendaraan PPEJ Kementerian Lingkungan Hidup Mobile yang berada dilokasi kegiatan hingga pukul 15.00 sore. (mart)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar